Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Info PGSD

Mahasiswa PGSD FKIP UNRI Kuliah Lapangan di LAMR, Bahas Budaya Melayu dalam Perspektif Global

April 23, 2026
Admin Website PGSD
0 tayangan
Mahasiswa PGSD FKIP UNRI Kuliah Lapangan di LAMR, Bahas Budaya Melayu dalam Perspektif Global

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau melakukan kuliah lapangan ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Kuliah lapangan ini mengusung tema Budaya Melayu dalam Perspektif Global. Kuliah Lapangan ini dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026 di Balai Adat LAMR

Rombongan mahasiswa turut didampingi Koordinator Program Studi PGSD FKIP Universitas Riau, Dr. Muhammad Fendrik, M.Pd., bersama para dosen, yakni Dr. Hendri Mahardi, S.E., M.Pd., Dr. Erlisnawati, M.Pd., Dra. Munjiatun, M.Pd., dan Guslinda, S.Pd., M.Pd.

Mengawali kegiatan, Datuk H. Syaiful Anuar menegaskan bahwa LAMR merupakan rumah besar bagi masyarakat Riau yang terbuka sebagai ruang dialog, khususnya bagi generasi muda. Datuk H. Syaiful Anuar  menambahkan, budaya Melayu tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan zaman. Melalui pendekatan pendidikan dan pemanfaatan teknologi, nilai-nilai adat diyakini dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat. 

Di akhir kegiatan, Datuk Afrizal Alang berharap para mahasiswa dapat turut berperan aktif dalam memperkenalkan budaya Melayu kepada masyarakat luas. Dalam pemaparan materinya, Datuk Afrizal Alang menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Melayu di tengah arus globalisasi. Ia mengajak mahasiswa menjadikan nilai-nilai adat sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. “Budaya Melayu bukan sekadar warisan, tetapi pedoman hidup yang harus dijaga, dipahami, dan diamalkan. Di tengah arus globalisasi, jati diri ini jangan sampai hilang,” tegasnya. 

Ketua Rombongan, Dr. Hendri Mahardi, menyampaikan apresiasi kepada LAMR atas penerimaan dan kesempatan belajar yang diberikan kepada mahasiswa. Ia menilai kuliah lapangan menjadi sarana penting untuk memahami secara langsung nilai-nilai sosial dan budaya Melayu yang selama ini dipelajari secara teoritis.