Pekanbaru, Senin 13 April 2026 — Upaya meningkatkan kesadaran kesehatan mental di kalangan mahasiswa terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi *Mental Health Digital Starter Kit* yang diselenggarakan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Riau
Kegiatan ini dihadiri oleh 40 mahasiswa PGSD angkatan 2025 yang mengikuti rangkaian acara dengan antusias. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, sekaligus mendorong kesadaran untuk mencari bantuan psikologis secara tepat dan tidak ragu ketika menghadapi permasalahan emosional.
Sosialisasi disampaikan oleh Zakiah Ulya, M.Psi., Psikolog yang merupakan dosen PGSD Universitas Riau. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan konsep dasar kesehatan mental, tanda-tanda gangguan psikologis yang perlu diwaspadai, serta berbagai strategi sederhana untuk menjaga keseimbangan emosi di tengah tuntutan akademik.

Selain itu, Mental Health Digital Starter Kit diperkenalkan sebagai panduan praktis berbasis digital yang dapat diakses mahasiswa untuk membantu mengenali kondisi diri, mengelola stres, serta menemukan rujukan layanan bantuan profesional. Zakiah Ulya juga menekankan bahwa kesadaran untuk mencari bantuan merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan mental.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa mencari bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa turut berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi dan berbagi pengalaman terkait tekanan akademik maupun tantangan pribadi. Suasana interaktif ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa saling mendukung di antara mahasiswa.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa PGSD Universitas Riau semakin peka terhadap kondisi kesehatan mental diri sendiri maupun orang lain, serta mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk mendapatkan bantuan psikologis secara tepat. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih peduli dan responsif terhadap isu kesehatan mental.
